Akulah yang masih menyebut nama-Mu
Walau remuk hilang bentuk
yang dipanggang di atas apimu, yang digarami lautmu
pada zatku, kapal berlayar
pada uratku kapal bertolak dan berlabuh
Akulah yang terbaring antara krawang-bekasi
Tidak bisa teriak “merdeka” dan angkat senjata lagi
namun aku tetap suka mereka yang berani hidup
suka mereka yang masuk menemu malam
Aku mau bebas dari segala,merdeka
Juga dari Ida
Aku yang mengembara serupa Ahasveros
dikutuk-disumpahi eros
Tetap meradang menerjang
walau luka tetap berlari
Adalah aku, yang tidak peduli
Adalah aku, yang mau hidup seribu tahun lagi